Di Saat Kesempitan dan Kemiskinan | Belajar-Usaha.com

Belajar-Usaha.com» Uncategorized» Di Saat Kesempitan dan Kemiskinan

Di Saat Kesempitan dan Kemiskinan

April 11th, 2012 0 Comments

Belajar-Rokhani.

Ketika kesempitan dan kesultan itu datang.

“Datangnya kesempitan (kemiskinan)merupakan hari raya para murid”

Hari raya merupakan sebuah ungkapan akan saat-saat yang menyenangkan dan menggembirakan.Bagi orang-orang yang menempuh jalan menuju ke hadirat Allah swt.

Manusia berbeda-beda dalam menghadapi hari raya ,sebagian ada yang senang dan gembira karena apa yang menjadi keinginan nafsu syahwatnya dapat di perturutkan,dan apa yang menjadi keinginannya dapat terlaksana.

Hal ini ter jadi kebanyakan kaum mualimin.di antara mereka ada yang merasa senang dan gembira .karena nafsu syahwatnya tidak memiliki peluang untuk ber main-main ,hal ini terjadi pada saat-saat sempit dan sulit.

Untuk yang terakir ini terjadi bagi orang-orang kusus yaitu orang yang menempoh perjalanan menuju perjumpaan kehadirat Allah swt.

Mereka ini lebih mementingkan menjaga dan membersihkan hati dari kotoran dan ketergantungan pada materi dan harta benda duniawi.

Kondisi sulit,sempit dan miskin merupakan saat yang baik bagi mereka sebagai pencerahan dan mensucikan hati untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.

Saat-saat sulit ketika menerima cobaan dan musibah mengandung rahasia hikmah yang sangat halus,yang hamper-hamper sulit untuk di pahami,kecuali orang-orang yang mlilki ketajamam penglihatan mata hati.

Di dalam situasi tertimpa musibah ,cobaan dan kesulitan itulah kehendak nafsu menjadi padam ,seorang menjadi terhina dan tak berdaya ,sehingga lenyaplah  segala sesuatu dalam pandangannya kecuali Allah swt.dalam situasi seperti inilah ,saatnya pertolongan Allah swt itu datang

Perhatikan firman Allah swt

 Artinya

“sunguh Allah menolong dalam peperangan badar,padahal kamu adalah (ketika itu)orang-orang yang lemah,karena itu bertawkalah kepada Allah,supaya kamu mensyukuri-Nya”

(QS.Ali Imran:123).

Abu Ishaq Ibrahim Al-Harawi berkata,barang siapa yang menginginkan kemuliyaan dari segala kemuliyaan,hendaklah ia memilih tujuh perkara dan meninggalkan tujuh yang lainnya.

1-hendaklah memilih fakir dari pada kaya

2-memilih lapar dari pada kenyang

3-memilih kerendahan dari pada ketinggian

4-memilih kehinaan dari pada kemuliaan

5-memilih bersikap tawadhu dan meninggalkan ke sombongan

6-melilih susah dari pada senang

7-memilih mati dari pada hidup

Syeh Ibnu Athaillah menyatakan

 Artinya

“bisa jadi anda mendapatkan tambahan anugerah ,pada saat kesulitan(menghadapi ujian dan cobaan).yang tidak anda dapatkan dalam puasa dan shalat”

Datangnya kesulitan,ujian dan cobaan bagi hamba Allah yang menuju ke hadirat-Nya,merupakan saat-saat yang baik baginya untuk memperoleh anugerah besar berupa pembersihan hati dan memperbaiki kondisi batinnya ,hingga memperoleh keridhaan dan sampai berjumpa kehadirat-Nya

Syeh Ibnu Athaillahmenyatakan

 Artinya

“Didalam berbagai ujian dan cobaan itu terhampar anugerah besar dari Allah swt”

Berbagai kesulitan,ujian dan cobaan akan menghadirkan seorang hamba merasa dekat dan berjumpa dengan Allah swt.di dalam bamparan kejujuran dan kebenaran,mendapat limpahan anugerah besar dari Tuhan serta di bersihkannya dari noda dan dosa.

Sampai di sini  semoga ada manfaatnya amiiin.


 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

No Comment to “Di Saat Kesempitan dan Kemiskinan”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...

Leave your comment here:

Arsip

Categories

eXTReMe Tracker