Beli Burung Tetangga (kisah nyata) | Belajar-Usaha.com

Belajar-Usaha.com» Uncategorized» Beli Burung Tetangga (kisah nyata)

Beli Burung Tetangga (kisah nyata)

February 20th, 2015 0 Comments

Cerita nyata ini ada kaitannya dengan artikel dengan judul “Burung Sehat Alami” Di mana dalam artikel tersebut dijelaskan cara merawat burung dengan cara alami dan cara tersebut di terapkan pada burung pembelian  dari tetangga. Hasilnya sangat bagus dan bisa juara.

Cerita Nyata Pemilik Burung Kacer Madonna.

Selamat Datang di www.belajar-usaha.com

Pada suatu hari  saat aku berada di rumah pada jam yang tidak tentu terkadang aku mendengar kicauan burung kacer. Kicauan itu terdengar sayup-sayup sampai…timbul tenggelam tidak bisa di dengar dengan jelas….begitu lah kira-kira..

Sejak awal aku mengira bahwa burung tersebut berada di pepohonan atau di alam bebas…ya akhirnya saya abaikan.

Setelah beberapa lama aku mendengar kicauannya lagi …..dengan modulasi kicauan yang sama ….aku beranjak untuk menengok jam yang ada di dekatku…..ku lihat jarum jam menunjukkan pukul tiga pagi. Setahuku pada jam-jam segitu belum ada burung di alam yang berkicau.

Kemudian aku yakinkan bahwa burung tersebut berada di rumah orang. Setelah waktu  siang itu datang kucoba untuk mencari burung tersebut. Ternyata benar …..burung tersebut berada di rumah tetanggaku sendiri yang berada tidak jauh dari rumahku.

 

 

Langsung ku tanyakan pada Mbah…lelaki tua bersama istri yang sama-sama renta pemilik rumah itu.

*Mbah… suka merawat burung ya..? Jawabnya dengan nada polos sambil sedikit senyum di sampaikan dengan bhs jawa: ora  mas…manuk kuwi olehku nyekel amergo manuk kuwi mlebu neng jero omah.kiro-kiro3 bulan kepungkur….

Artinya: tidak  mas..burung itu saya tangkap 3 bulan yang lalu…. karena burung tersebut masuk ke dalam  rumah saya….”.

Dalam hatiku berkata o….pantesan burung tersebut di taruh di tempat yang bukan semestinya…pertanyaan berikutnya.

“Mbah…apa boleh burungnya itu saya beli…?  spontanitas  tanpa pikir panjang Mbah lelaki tua yang hidupnya hanya di dampingi seorang istri yang juga sudah usia tua ini mengatakan dengan bahasa jawa ...“sampeyan gowo ae mas …. (dengan manggil nama ku) dek kene aku gak iso ngopeni ko tiwas mati”

Artinya: ” sampeyan bawa aja mas…saya gak bisa merawat dari pada nanti mati disini … ” Owh..gitu…benar juga alasanya. Sambil ku ucapkan terimakasih pada Si mbah yang baik itu, burung itu langsung saya bawa pulang…

Setelah sampai di rumah pikiranku menjadi berubah di sebabkan karena  kebaikan/keiklasan Mbah tua itu membuat seakan-akan hatiku telah terkoreksi.Mbah tua yang dalam  kehidupannya sehari-hari masih dalam kategori pas-pasan itu…telah memberi  sesuatu yang menurut aku sangat berharga…

Sepertinya aku telah  mendapat pelajaran yang sangat berharga dari Si Mbah tua itu….hingga aku  merasa seperti tidak ada apa-apanya di banding dengan Si Mbah tua renta itu. Dengan hidup yang  serba pas-pasan itu bisa memberi pada orang lain dengan ikhlas tanpa pamrih…

Dengan semua kejadian di atas  aku telah sadar… apa artinya sebuah hidup ini kalau kita hanya mementingkan diri sendri ..

Katanya…

Serakah itu adalah sumber kemiskinan hati.

Serakah menandakan ia selalu merasa kekurangan dan di penuhi dengan kemiskinan.

Serakah membuat hidup selalu merasa kekurangan dan takut kehilangan.

Keserakahan hati selain membuat orang lain miskin juga membuat diri sendiri menjadi miskin.

Dengan itu semua aku mulai sedikit sadar… dan aku mulai belajar ikhlas ….aku ambilkan uang se nilai 7 kali lipat dari harga umum burung tersebut…lalu uang itu aku berikan pada Si Mbah tua itu sambil kukatakan: “Mbah…ini sedekah saya untuk Mbah dan mohon  untuk di terima…” Alhamdulillah Mbah tua itu mau menerimanya.

Keberadaan burung.

Perawatan “Burung Sehat Alami”

Dalam pengamatan saya sebenarnya burung itu cukup bagus. Suaranya tebal dan rajin bunyi tetapi mungkin karena hampir 3 bulam burung itu tidak pernah di jemur…warna bulunya sudah berubah. Yang aslinya warna hitam berubah menjadi putih dengan bercak hitam (putih ada trotol hitam)

Aku coba perbaiki. Pertama aku latih berjemur sehari satu jam dan hari berikutnya 2 jam dan seterusnya sampai burung tersebut mampu di jemur selama 3 jam /hari.

Kemudian burung itu saya setting seperti cara di atas. Saya jemur sehari 3 jam dan terus menerus sampai 7 hari. Hasilnya burung tersebut sehat fit secara alami. Yang dulu bulunya trotol karena kurang jemur sekarang menjadi hitam mengkilap dll.

Di balik ikhlas itu…

Setelah burung itu saya rawat yang kemudian menjadi sehat dan fit …saya coba saya  ikut sertakan lomba…ternyata burung tersebut tampil dengan bagus.

Setelah  lomba itu selesai  burung tersebut saya turunkan dari gantangan dan saya bawa ke peddock (tempat istrahat).  Tanpa aku sadari…. ternyata pada saat aku berjalan ke peddock tersebut ada seorang bos yang membuntutiku.

Setelah sampai di peddock…si bos itu mendekatiku sambil memperkenalkan diri…..yang kemudian menanyakan tentang keberadaan burung tersebut. Kata-kata bos yang saya dengar…: “Mas..saya mohon maaf kalau mungkin apa yang saya katakan ini kliru…kalau nggak salah….burung ini sepertinya burung milik saya …. yang telah lepas sekitar 5 bulan yang lalu…sebab saya masih sangat hafal dengan gaya dan variasi lagunya…”.

Spontan aku teringat sama Mbah tua yang memberi burung ke aku itu …dan dalam hati …owh.. ini mungkin pemilik burung yang lepas itu…

Langsung ku sambut dengan baik dan aku ceritakan apa adanya seperti di atas mulai burung itu di tangkap oleh mbah tua dan kemudian di kasihkan ke aku dengan ikhlas tanpa pamrih…..yang kemudian Mbah tua itu saya beri sedekah se nilai 7 kali lipat harga burung secara umum, dll.

Apa yang terjadi

Karena si bos berharap agar burung tersebut bisa kembali di tangannya Si bos itu mau menggati dengan nilai di atas yang telah saya sedekahkan itu…

Anehnya lagi

Saat Si bos saya pertemukan dengan si..Mbah tua itu…ternyata si Mbah tua itu juga dapat salam tempel dari Si bos..he…he.. dan aku tidak tahu berapa nilainya…

Dua nilai plus

Perbuatan amal baik yang disertai ihklas tanpa pamrih di atas langsung di tunaikan.. …dan tidak di kurangi sedikitpun pahalanya….Amiiin..

 

Sampai disini semoga ada manfaatnya.

Jumpa lagi di postingan yang akan datang.

Hanya ada.

Di.

www.belajar-usaha.com.

hp 0821 39 248 707.


 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

No Comment to “Beli Burung Tetangga (kisah nyata)”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...

Leave your comment here:

Arsip

Categories

eXTReMe Tracker